Hello i Domo kun, hby??

Schaa AL Hassan

prolog



                     Aku tidak tahu kapan tepatnya…

                Malam itu, kuniatkan untuk belajar, lebih tepatnya memuroja’ah hafalanku, mengingat esok lusa akan diadakan uji hafalan Qur’an. Mencoba tidak memperdulikan mereka berlima yang entah, kali ini meributan hal apa lagi. Yang pasti tetap tidak penting seperti biasanya. Toh, sebentar lagi akan ada kebijakan baru dalam asrama. Jadi aku tidak perlu memikirkan banyak hal lagi tentang mereka.

                Aku masih baringan di tempat tidur. Dan cukup tega untuk menunjukkan ketidaksukaanku dengan ocehan sok aktual mereka. Tapi tidak cukup tahan untuk terus-terusan berada radius 20 sentimeter dari mereka. Yah, jadilah seperti biasa, sebentar lagi aku benar-benar tidak akan kuat untuk tetap berdiam diri di wilayahku.

                Sedikit kasar, aku menjejak tangga tempat tidur lalu melengos keluar kamar, tidak lupa dengan sengaja menendang pintu kamar.

                Aku sudah terbiasa berada di luar sini, di teras asrama. Memandangi pohon jambu yang walaupun mengerikan, akan membuat perasaan rindu setengah hidup akan manis buahnya bila pohon itu tidak tumbuh di pekarangan kami. Memandangi langit yang… YaTuhan, seolah dia sedang menggurat perasaanku saat ini, lihat saja! Langit malam ini tidak berbintang, sempurna hitam polos tanpa cahaya, bahkan bulan pun tidak nampak saking pekatnya awan yang menyelimutinya.

                Lagi-lagi aku terusir dari kamarku sendiri.

Label: ,


|